5 Cara Menemukan Ide Bisnis

Kreativitas tidak begitu saja terjadi dalam organisasi wirausahawan harus membuat lingkungan yang dapat menyuburkan kreativitas bagi dirinya sendiri maupun bagi karyawanny. Ide baru merupakan kreasi yang mudah dihancurkan,tetapi lingkungan organisasi yang tepat dapat mendorong orang untuk mengembangkan dan mengolahnya. Istilah entrepreneurship sebenarnya berasal dari kata entrepreneur, yang dapat diterjemahkan menjadi kewirausahaan.

Memikirkan ide bisnis baru

Layaknya sebuah rumah yang ingin dibangun, manusia harus memiliki rencana bangunan yang akan didirikan. Misalnya, seperti apa bentuknya, berapa tingkat rumah yang akan dibangun, bagaimana desain atapnya, dan lain sebagainya. Bahkan, jika Anda jeli, ada peluang bisnis jasa potong rambut keliling yang bisa digarap. Terutama bagi Anda yang belum memiliki tempat usaha yang ideal. Sebab, kesibukan seseorang seringkali menjadi hambatan untuk menyempatkan datang ke salon.

Ada banyak contoh pengusaha sukses yang berawal dari bisnis cemilan kecil-kecilan. Pengusaha asal Negeri Gajah Putih, Thailand, ini berhasil menjadi milyuner muda lewat usaha cemilan rumput laut gorengnya, Tao Kae Noi. Seorang mahasiswa kini dituntut untuk kreatif agar bisa hidup mandiri dan tidak hanya mengandalkan uang dari orang tua saja.

Nah, di sini Anda harus menggunakan kekreatifan Anda untuk menerapkan teknik ATM yaitu amati, tiru dan modifikasi dan dengan melakukan percobaan-percobaan di produk yang sebelumnya sudah ada. Hal tersebut tentunya akan membutuhkan suatu kekreatifan yang cukup tinggi dan juga daya pikir yang di luar kebiasaan atau out of the box. Dalam memulai bisnis baru, dibutuhkan perencanaan yang matang dan pemilihan tim yang tepat untuk bekerja sama. Setelah melakukan peluncuran produk bisnis, Anda perlu untuk melalukan evaluasi pada produk bisnis Anda. Dengan melakukan evaluasi ini, Anda bisa mengetahui kekurangan dari produk tersebut dan bagaimana cara untuk memperbaikinya.

Ide baru bisa muncul dari buku, foto, catatan dan sebagainya. Semua itu menyimpan banyak informasi untuk menemukan ide baru. Ide relevan dapat dihasilkan dari banyak informasi dan pengalaman yang sebelumnya. Misalnya nih, pengembangan seseorang mendirikan usaha kuliner merupakan dari rangkaian kejadian dan pengalaman untuk mengembangkan makanan. Indonesia merupakan pengguna sosial media yang sangat aktif, terutama pada Instagram yang kini terbanyak ke-3 di dunia, setelah Amerika Serikat dan Brazil.