5 Cara Untuk Melakukan Komunikasi Efektif Dalam Bisnis

Ketika komunikasi melibatkan semua karyawan, rasa dan tingkat kepercayaan akan terbentuk dengan sendirinya. Loyalitas akan berjalan beriringan dengan rasa kepercayaan yang meningkat. Topik yang dipilih hendaknya relevan dan sesuai dengan ekspektasi viewers. Namun apabila disampaikannya tanpa “sentuhan yang kuat”, hasilnya tidak akan dapat menyakinkan orang lain sesuai harapan. Disamping itu, meskipun telah dilakukan “sentuhan “ yang sudah tepat ternyata seringkali juga masih memerlukan waktu untuk mendapatkan respons.

KOmunikasi dalam bisnis

“Salah satu bentuk dari visi kita Pesantren Baitul Hidayah yaitu bisa kuat secara sistem dan mandiri secara SDM. Sehingga harapannya jika materi ini bisa diaplikasikan dengan baik, ketika santri keluar dia tidak hanya sekadar aktif atau pandai mengaji tapi juga punya ability untuk berbisnis. Kemudian ketika mempostingkarya orang lain jangan lupa untuk menuliskan sumbernya,” pungkasnya. Integrasi yang terjadi di dalam perusahaan akan membuat perusahaan tersebut dapat beroperasi secara terpadu dan utuh. Hal tersebut hanya bisa dilakukan bila komunikasi dan koordinasi di perusahaan berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, komunikasi bertujuan untuk mengintegrasi seluruh informasi menjadi satu sehingga membuat informasi menjadi lebih jelas dan dimengerti oleh pihak lain. Meskipun e-mail tampil lebih santai daripada surat biasa, email masih memiliki bobot yang sama tergantung bagaimana kamu menyampaikannya dan perusahaanmu rasakan. Dengan kecocokan, kedua belah pihak akan terjalin hubungan yang lebih baik dan menyenangkan, sehingga saat berkomunikasi menjadi merasa saling percaya dan nyaman.

Sehingga, manajer atau pihak perusahaan akan mendapat berbagai informasi yang diperlukan. Selain itu, ada three poin yang menjadi tujuan dilakukannya komunikasi, yaitu memberi informasi, persuasi, dan kolaborasi. Demikian pula, manajer SDM suatu organisasi bekerja dengan kepala departemen yang berbeda untuk fungsi yang berbeda seperti perekrutan, kebutuhan pelatihan karyawan, penilaian kinerja, kegiatan kesejahteraan, dll. Misalnya, kepala pemasaran suatu perusahaan diharapkan untuk mengkomunikasikan tentang tren pasar, kebutuhan dan harapan pelanggan, skenario permintaan produk, dll. Misalnya,manajemen tingkat atas dapat menginstruksikan manajer dari departemen yang berbeda tentang aturan dan regulasi baru tertentu di space kerja yang perlu dilakukan dalam kegiatan rutin departemen yang berbeda.

Pesan ini dapat berupa informasi produk serta jasa, gagasan, opini, atau instruksi terkait produk maupun jasa yang ingin dipasarkan. Dalam struktur organisasi garis, fungsional, maupun matriks, akan tampak berbagai macam posisi atau kedudukan masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya. Bagai perusahaan berskala kecil yang hanya memiliki beberapa karyawan, penyampaian informasi dapat dilakukan secara langsung kepada karyawannya tersebut. Lain halnya dengan perusahaan besar yang memiliki ratusan karyawan bahkan ribuan karyawan, penyampaian informasi kepada mereka merupakan suatu pekerjaan yang cukup rumit.

Umpan balik inilah yang dapat dijadikan landasan untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi. Jika pesan itu bersifat lisan, maka penerima perlu menjadi seorang pendengar yang baik, karena jika penerima tidak mendengar, pesan tersebut akan hilang. Dalam proses ini, penerima melakukan decoding, yaitu memberikan penafsiran interpretasi terhadap pesan yang disampaikan kepadanya. Pemahaman merupakan kunci untuk melakukan decoding dan hanya terjadi dalam pikiran penerima.

Teori ini dikembangkan oleh Eric Barne pada tahun 1960 dan digunakan untuk mengetahui bentuk dan isi pesan yang tersampaikan dalam suatu komunikasi. Teori ini digunakan ntuk mengetahui tingkat keefektifan komunikasi yang terjalin antara individu yang dinilai cocok untuk digunakan dalam konseling kelompok. Teori ini dikembangkan olehBlummerdanKutz.Mereka berpendapat bahwa pengguna media memiliki peran aktif ketika memilih media yang digunakan. Sehingga, pengguna media bida dibilang sebagai pihak utama dalam proses komunikasi, karena mereka memiiki pilihan untuk menentukan media yang sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan teori antropologi, sebelum manusia menggunakan kata-kata, mereka telah menggunakan komunikasi nonverbal dalam gerakan-gerakan tubuh, bahasa tubuh sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Menurut ruang lingkupnya, komunikasi dibagi menjadi dua bentuk, yaitu komunikasi internal dan eksternal.

Di sisi lain, teori ini juga didefinisikan sebagai pembelajaran generatif yang merupakan tindakan untuk menciptakan suatu makna dari apa yang telah dipelajari. Sedangkan umpan balik atau suggestions adalah tanggapan atau reaksi dari penerima pesan atau pesan yang disampaikan. Saluran atau sering juga disebut channel adalah media, sarana, atau alat untuk menyampaikan pesan. Pelaku usaha juga dapat memberikan kiat-kiat pemakaian agar produk memiliki siklus hidup yang lebih panjang.

Dahulu konsumen hanya mendengar pendapat dari sedikit teman sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang. Menggunakan sosial media dapat meningkatkan jumlah dari opini dari ratusan atau ribuan orang. Buchwalter menegaskan akses on-line tidak lagi mewah dan itu adalah sebuah kebutuhan.

Persuasi adalah cara berkomunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Persuasi sering dilakukan dalam aktivitas pemasaran agar orang lain terpengaruh dan membeli suatu produk, dan juga dalam penegasan konfirmasi pesanan konsumen agar tidak terjadi kesalahan pemesanan. Masing-masing media pun memiliki kelebihan dan kekurangan, baik dari sisi biayanya maupun dari sisi influence yang didapatkan. Cara penyampaian informasi di setiap media juga menjadi faktor penentu keberhasilan iklan tersebut.