Mahfud Md Buka Suara Usai Disebut Temukan Obat Covid

Ia juga mencemaskan dampak berita semacam ini terhadap krisis kesehatan masyarakat yang sedang terjadi. Untuk itu, Badan POM RI terus memantau pelaksanaan dan menindaklanjuti hasil penelitian serta melakukan update informasi terkait penggunaan obat Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 melalui komunikasi dengan World Health Organization dan Badan Otoritas Obat negara lain. Salah satu kandidat adalah vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan Sinovac Biotech asal Tiongkok. Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang akan melaksanakan uji klinis tersebut.

Memiliki efek antiviral yang berhasil mengurangi angka perkembangan virus sebanyak ninety nine,8% dalam waktu 48 jam. Bayangkan obat untuk anti parasit baca cacing, digunakan untuk mencegah Covid-19. Jutaan orang minum Ivermectin yang tidak cacingan tapi takut Covid-19, bisa dibayangkan apa efek samping yang akan ditimbulkannya?. Saya masih ingat pelajaran pertama sewaktu masih sekolah farmasi puluhan tahun yang lalu, bahwa obat itu beda tipis dengan racun. Masyarakat sudah pintar, mereka sering membenturkan penjelasan kita di tempat praktek dengan informasi dari Menteri BUMN. Maaf terkadang harus “membantah” dengan bahasa halus.

Politik Obat Covid

Mengingat kasus baru COVID-19 masih terus muncul di Indonesia, kesigapan masyarakat untuk bertindak berdasarkan informasi akurat yang mereka terima turut berpengaruh terhadap kembalinya Indonesia ke keadaan normal. Oleh karena itu, Netty meminta pemerintah agar penanganan pandemi berpegang pada prinsipscientific based mostly policy, untuk tujuan keselamatan rakyat, bukan untuk motif politik maupun ekonomi. Pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara yang menyebutkan Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19 menimbulkan polemik di ruang publik. Untuk itu, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah agar jangan sembarangan memberikan endorsement terkait obat terapi Covid-19, jika belum ada pembuktian ilmiah. Kita tidak boleh berpuas diri sebagai eksportir hasil bumi baik dari pertanian maupun pertambangan.

Tetapi keduanya bukan sesuatu yang bisa tiba-tiba, perlu melalui proses penelitian yang cukup lama. Setelah suatu vaksin COVID-19 mulai diberikan, WHO akan mendukung kerja sama dengan pembuat vaksin, pejabat kesehatan di setiap negara, dan mitra-mitra lain untuk memantau setiap kekhawatiran keamanan secara berkelanjutan. Sebagian besar ilmuwan memperkirakan bahwa, seperti vaksin-vaksin lain, vaksin COVID-19 tidak akan 100% efektif. WHO terus berupaya untuk membantu memastikan bahwa setiap vaksin yang disetujui memiliki efektivitas yang setinggi mungkin, sehingga dapat memberikan dampak maksimal pada pandemi ini. Ada banyak kandidat vaksin untuk COVID-19 yang sedang diteliti dan beberapa uji klinis besar dapat melaporkan hasilnya pada akhir 2020 atau awal 2021.

Inilah komitmen yang diupayakan GoApotik sebagai salah satu platform agregator apotek on-line yang dibangun sejak 2016 oleh salah satu healthcare startup Indonesia yaitu PT Global Urban Esensial, untuk mendukung upaya pemerintah memperluas dan mempermudah akses ketersediaan obat bagi masyarakat. Sementara itu Gilead juga merilis hasil uji klinis sendiri yang menunjukkan peningkatan kondisi pasien Covid-19 saat menggunakan remdesivir buatannya. YLKI menilai, sejak akhir Februari hingga saat kini, penanganan politik manajemen terkait pandemi oleh pemerintah masih kurang maksimal.

Ketergantungan terhadap impor bahan baku termasuk jenis obat untuk terapi Covid-19 –ditambah dengan faktor panic shopping for oleh masyarakat- membuat obat terapi Covid-19 sempat menjadi barang langka dan berharga mahal. Kita mesti bersaing dalam impor bahan baku obat dan obat jadi dengan banyak negara yang sama-sama membutuhkan. Suatu negara dapat dikatakan mengalami deindustrialisasi manakala terjadi pertumbuhan negatif secara berturut-turut dalam kurun waktu yang cukup lama. Realitanya, sektor industri pengolahan di Indonesia selalu menunjukkan pertumbuhan yang positif dan selalu menjadi motor penggerak perekonomian nasional. Pertumbuhan negatif hanya terjadi sebanyak dua kali -akibat kejadian luar biasa-, yaitu minus eleven,5 persen akibat dampak krisis 1997 dan minus 2,93 persen pada tahun 2020 akibat dampak pandemi Covid-19.

Bisa dibayangkan bila akses ke dunia internasional maupun dari luar ke dalam negeri ditutup complete, ke giatan bisnis terhenti. Ujung pang kalnya tidak hanya pada kelangsungan usaha itu sendiri, tetapi juga menyangkut para pekerja yang tidak mendapatkan gaji. Namun, transparansi mengenai harga yang didapat dari perusahaan farmasi juga perlu dibuka, karena ini akan berdampak terhadap beban anggaran keuangan negara. Misalnya, dalam pembahasan Panja Tata Kelola Obat di Komisi 9 juga mencatat besarnya nilai yang harus dibayarkan oleh Pemerintah terkait pembelian bahan baku ke Sinovac yang angkanya bisa mencapai belasan triliyun rupiah. Pemerintah harus bisa menjelaskan berapa jumlah pembelian, berapa harganya, kemudian ketika diproduksi secara massal nanti berapa harganya per satuan vaksin.

Kita sebagai masyarakatnya haruslah membantu pemerintah untuk mengejar ketertinggalan dari segala bidang dengan negara lain. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan IPTEK karena merupakan kunci untuk mengatasi masalah keterbelakangan.Apa yang dapat kalian lakukan untuk mengatasi keterbelakangan ? Jika kalian pintar maka kalian dapat melakukan sesuatu yang berguna seperti mengikuti olympiade mata pelajaran atau kegiatan-kegiatan lainnya yang akan mengangkat nama negara dimata dunia. Selain itu, kalian semestinya menjaga pembangunan seperti fasilitas publik yang telah dilakukan pemerintah.

Berdasarkan evaluasi BPOM menunjukkan efikasi vaksin Sinovac mencapai sixty five,3 persen. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kebijakan menggratiskan vaksin Covid-19 bertujuan untuk mencapai herd immunity agar pandemi di Indonesia segera berakhir. Menurutnya, pemerintah bisa merealokasi anggaran infrastruktur tahun 2021 sebesar Rp 413 triliun.

Soal harga telah menjadi masalah yang cukup delicate, misalnya kemarin pengalaman dari penetapan harga Rapid take a look at dan PCR. Termasuk keterbukaan informasi mengenai kemampuan anggaran negara untuk menyediakan vaksin untuk seluruh masyarakat secara free of charge. Keputusan terbaru dari Presiden Jokowi pada 16 Desember 2020 menyatakan bahwa Pemerintah akan menggratiskan vaksin untuk seluruh masyarakat. Memastikan kemandirian nasional dan tingkat kandungan dalam negeri bisa ditingkatkan. Untuk itu terkait dengan pengadaan vaksin Komisi 9 mengharapkan agar Indonesia bisa segera memproduksi Vaksin “Merah-Putih” yang walaupun mungkin baru selesai di tahun 2022.